Kearifan lokal Suku Kajang: Sebuah Dasar Etika Dalam Praktik Bisnis dan Akuntansi

  • Jenny Tandean Universitas Hasanuddin
Keywords: Kearifan Lokal, Etika, Praktik Bisnis, Akuntansi

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi berbagai macam kearifan lokal mengingat bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam etnik Suku dan Budaya dari Sabang sampai Merauke serta bagaimana kearifan lokal menjadi sebuah dasar etika dalam praktik Bisnis dan Akuntansi. Penelitian ini  menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnografi. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian berupa pemahaman tentang nilai-nilai etika yang terdapat pada Suku Kajang seperti Pasang  ri  Kajang  yang tercermin pada perbuatan yaitu budaya Siri’ (malu) yang memiliki makna dalam praktik Bisnis dan Akuntansi bahwa seorang Akuntan harus memiliki integritas yang tinggi, memiliki rasa malu jika melakukan hal-hal diluar Norma. Memahami dan menerapkan Nilai siri’ dalam praktek akuntansi maka seorang akuntan dapat mengontrol dirinya untuk tidak melakukan kecurangan ataupun perilaku menyimpang. Masyarakat Suku Kajang juga ingin mencapai derajat Manuntungi (keshalehan). Manuntungi tercermin dari sikap dan perilaku hidupnya yang jujur, tegas, sabar, dan tawakkal dalam menjalani hidup yang kamase-masea (bersahaja/sederhana). Nilai etika dalam Praktik Bisnis dan Akuntansi ialah bahwa seseorang dalam pekerjaannya harus memiliki sikap jujur, tegas dan sabar agar bisa menjalankan tugas ataupun tanggungjawabnya dengan baik serta bertawakkal karena sadar bahwa yang ia kerjakan adalah atas kehendak Tuhan dan sikap yang Kamase-masea memberi makna bahwa orientasi hidup ialah saling menghargai dan saling bekerja sama dalam satu rumpun, dan tidak  menjatuhkan  satu  sama lain.

References

Darwis, Said. 2020. “Kearifan Lingkungan dalam Praktik Akuntansi”. Makassar. Penerbit Tohar Media.
Hafid, Abdul. 2013. “Sistem Kepercayaan pada Komunitas Adat Kajang Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba”. Makassar: Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Patanjala Vol.5 No.1, 1- 19.
Ludigdo, U dan A Kamayanti 2012 Pancasila as Accountant Ethics Imperialism Liberator, World Journal of Social Sciences, Vol 2, No 6, hlm 159-168
Efferin, Sujoko. 2015. “Akuntansi, Spiritualitas dan Kearifan Lokal: Beberapa Agenda Penelitian Kritis”. Surabaya. Vol.6 No.3, Hal 341-511.
Monto, Laode, Bauto. 2014. “Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam kehidupan Masyarakat Indonesia”. Kendari. Vol.23, No. 2.
Yudono, Ananto, Arifuddin, Akil, Dana, R.A. 2016. “Perspektif Sosio-Kultural: Sebuah Kearifan Lokal dalam Perencanaan dan Perancangan Kota Makassar”. Makassar. Vol.20, No. 1.
Harjito, Yunus, Ambang, C.W., Djoko. 2016. “Telaah Kearifan Lokal terhadap Akuntabilitas Lumbung Desa”. Surakarta. Vol.19, No. 1.
Sukma, Putu, Kurniawan. 2016. “Sintesa unsur-unsur Spiritualitas, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Bali dalam materi kuliah Akuntansi Sosial dan Lingkungan”. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. Vol. XIV, No. 1.
Zulfikar, 2008. “Menguak Akuntabilitas dibalik Tabir nilai kearifan Budaya Jawa”. Surakarta : Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol.7, No. 2.
Amin, Asbi. 2019. “Praktek Akuntansi Dalam Bingkai Etika Siri’na Pacce : Persepsi Mahasiswa Akuntansi”. Makassar. Vol. 2 No. 1.
Salle, Ilham Z. 2015. “Akuntabilitas Manuntungi: Memaknai nilai Kalambusang pada Lembaga Amil Zakat kawasan Adat Ammatoa”. Malang. Vol.6, No.1 Hal. 1-174.
Syukur, Muhammad, ARYA HADI DHARMAWAN, dkk. 2013. “Kearifan Lokal dalam Sistem Sosial Ekonomi Masyarakat Penenun Bugis-Wajo”. Makassar. Vol.28, No.2, p 129 – 142.
Published
2020-04-08
Section
Articles