PKM Pengolahan Kerang Hijau Kelompok Tani Nelayan di Desa Banyuanyara Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar

  • Nurhayati Azis Universitas Muslim Indonesia
  • Ratna Dewi Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Kerang Kacho Hijau, Saus Tiram

Abstract

Program PKM merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi.  Program PKM ini sasarannya adalah untuk membangkitkan wirausaha melalui kelompok Tani Nelayan dengan berbagai produk kerang kacho hijau . Program PKM ini akan dilaksanakan di Desa banyuanyara   Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar yang memiliki potensi laut  yang menghasilkan kerang kacho hijau yang cukup banyak.  Kabupaten Takalar khususnya Desa banyuanyara  dikenal sebagai penghasil ikan bandeng dan salah satu pemasok untuk kebutuhan Kota Makassar dan sekitarnya juga banyak kerang kacho di pesisir pantai Potensi yang besar saja tidak cukup untuk meningkatkan hidup sejahtera, tetapi perlu didukung oleh kemampuan sumber daya manusia.  Olehnya itu, perlu diberikan keterampilan melalui kelompok tani nelayan; Samaturu  melalui pe olahan kerang kacho hijau  dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi yang berdampak pada pendapatan keluarga.  Kelompok ini beranggotakan 7 (tujuh)  orang.

Kegiatan yang akan dikembangkan dalam program PKM ini adalah olahan kerang kacho hijau  yaitu, saus tiram,  serta pengemasan. Dengan teknologi sederhana kita dapat meningkatkan nilai jual.  Apalagi nilai beli dari kerang kacho hijau ini sangat rendah  karena masih banyak masyarakat tidak menyukai kerang ini

Dengan program PKM  ini kelompok mitra akan berdaya, sehingga mampu mengakses potensi yang dimilikinya. Sedangkan pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan   belajar sambil bekerja/berusaha (learning by doing). Oleh karena itu kelompok mitra dapat mengembangankan usahanya secara  kerkelanjutan menuju kemandirian  kelompok untuk tujuan peningkatan pendapatan keluarga yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Metode pelaksanaan yang akan dikembangkan dalam program ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis merupakan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG). Melalui metode ini akan terjadi transfer pengetahuan, transfer keterampilan dan transfer teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TGG) kepada kelompok mitra.

References

Ekonomis Produktif Sektor Informal pada Konteks Nilai Pemberdayaan Diri dalam Jurnal Pendidikan Nilai, Kajian Teori, Praktik ,dan Pengajaran, 9 (1) 2003 , Universitas Negri Malang
Effendi, Supli, 2009. Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Penerbit Alfabeta Bandung
Maherawati.Diversifikasi olahan Jagung manis 2018,Jurnal Pengabdi,April 2018 Vol 1
MakmurJaya Arma ,UliFermin,Laode Sabaruddin 2013,Pertumbuhan Produksi jagung danKacang Tanah (Arachis Hypogae L) Melalui Nutrisi Organik danWaktu Tanam Dalam Sistem Tumpangsari,Jurnal Agroteknos Maret 2013Vol.3.No.I. Hal 1.7

Dewi Ratna & Azis Nurhayati, 2019 , Pengolahan Jagung kelompok Perempuan Di Desa Bontolangkasa Kecamatan Bontonompo, Jurnal Pengabdian Bina Ukhuwah Vol Desember 2019

RW. Arief 2017,Penganekaragaman Pangan Olahan Jagung dan Analisis Kelayakannya Secara Ekonomi di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur, jurnal Tehnologi Industri dan Hasil PertanianVol !4
Philip Kotler, 2004, Manajemen Pemasaran, Erlangga Surabaya
Sukanto Reksahardiprodjo, 1998, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Energi, Jilid III BPFE, Yogyakarta
Published
2020-12-31
Section
Articles